Bertarung Bersama Impian 2

Siap ndan!
Muda membara, arang bara tak terpadamkan. Memundurkan waktu sejenak dan memulai nya pada 2012. Lulus SMA, sangat bersyukur memiliki passion dan sudah mengetahui arah dan bagaimana bila melanjutkan ke perguruan tinggi.

DKV. Desain Komunimasi Visual. Hanya kata-kata itu yang ada di kepala. Sayangnya bukan termasuk siswa pintar jika barometernya adalah nilai. Jalur-jalur spartan harus ditempuh hanya sekedar ingin mendapatkan posisi mahasiswa. Tes tulis, jalur mandiri, dan lain sebagainya.

Singkat cerita, orang tua menolak pilihanku! Yups, dogma bahwa menjadi seniman itu hidupnya akan susah, sudah tertanam dalam benak mereka. Padahal, DKV berbeda dengan jurusan seni murni. DKV berbicara industri kreatif yang tentunya berkecimpung dunia bisnis kreatif, walau tetap tidak menghilangkan unsur-unsur estetis dalam seni. Tidak bisa menyalahkan juga, karena memang eksistensi DKV masih minim. Apalagi dikalangan orang tua seperti mama papa.
Tidak kehilangan akal, kuputuskan tetap pergi kejawa. Agar akses dunia industri kreatif mudah. Jawasentris boi! Ekosistem kreatif Lampung mah jungkir balik. UIN Suka dan UNY adalah tujuan utamanya. Walau tetap tidak boleh, sempat nengok Unikom, ISI, MSD juga. Dengan dalih akan kuliah sambil mondok disana, berangkat sudah.
Dan....Gagal. Hmm belum rejekinya.

Akhirnya kuputuskan untuk 'rehat'. Walau sebenarnya kampus-kampus kelas dua masih buka pendaftaran. Tetap saja keputusan itu bulat! Terlihat sekali kalau anak muda ini putus asa.
Sepanjang tahun ini kutasbihkan diri menjadi Ultras Juventino. Maklum, sedari SD fans berat Juventus. Beli jersey, atribut, hingga nobar tengah malam pun ikut serta tanpa absen. Betapa heran diriku sendiri di tahun 2012. Berani dan nekat. Bayangkan saja, ba'da maghrib berangkat dari seputih raman menuju bandar lampung via motor supra fit dan harus pulang sekitar jam 3 dini hari. Melewati titik-titik rawan pembegalan, dan perhantuan. Well... benar-benar anak muda.
Walau begitu masih kusempatkan untuk menggambar. Saat itu kuputuskan aliran realis. Karena marketnya seperti itu. Tidak dapat banyak pesanan lukisan pensil wajah. Tapi tetap bersyukur banyak hal yang bisa di dapat.
Dan juga terkadang utak atik komputer jadul. Dari software grafis, hardware, hingga game.

Singkat cerita, bapak membelikan laptop yang berspec kekinian dan juga pen tablet ber merk Wacom. Dengan dalih mensupport cita-cita anaknya. Sebelumnya pernah membuat komik digital dengan via alat gambar mouse. Old Gun, terbit 1 episode di komikoo.com dan ngomik.com ditahun yang sama. Sayang situs jejaring sosial komik itu telah musnah sekitar tahun 2015, karena ketidak hidupan industrinya.
Adanya alat bantu menggambar tentu membuat semangat berkarya lebih meletup....

*bersambung
Suka artikel ini ?

About Nadzif Fajar

Admin Blog

Join This Site Show Konversi KodeHide Konversi Kode Show EmoticonHide Emoticon

Silakan berkomentar dengan sopan